YESUS ADALAH TUHAN : ROMA 10:9-10

PDT. BUDI ASALI, M. DIV.
YESUS ADALAH TUHAN : Roma 10:9-10
YESUS ADALAH TUHAN : Roma 10:9-10. Roma 10:9-10 - “(Roma 10:9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:10) Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”.

Pengantar:

I) Yesus adalah Tuhan.

1) Kata ‘Tuhan’ diterjemahkan dari kata Yunani KURIOS.

a) Kata Yunani KURIOS yang biasanya diterjemahkan ‘Tuhan’, memang bisa diterjemahkan ‘tuan’. Kitab Suci bahasa Inggris (KJV/RSV/NIV/NASB) kadang-kadang menerjemahkan ‘Sir’ [= Tuan], misalnya dalam Yohanes 4:11, padahal kata itu ditujukan kepada Yesus. Mengapa diterjemahkan demikian? Karena kontextnya menunjukkan bahwa perempuan Samaria itu baru bertemu dengan Yesus dan sebelumnya tidak pernah mendengar ataupun mengenal Yesus. Jadi, tidak mungkin ia tahu-tahu menyebut Yesus dengan sebutan ‘Tuhan’.

b) Tetapi ada banyak ayat yang menyatakan Yesus betul-betul sebagai ‘Tuhan’ dan tidak mungkin diterjemahkan ‘tuan’, seperti: Matius 7:21-22 12:8 25:37,44 Lukas 2:11 5:8 6:46 Yohanes 11:27 20:28 Kisah para rasul 2:20,21,25,36 4:33 7:59,60 8:16 9:1,2,5,10,11,13,15,17,31 10:13,36 11:16,20,21,24 15:11,26 16:15,31 18:8,25 19:5,9,13,17 20:21,24,35 21:13 22:4,5,8,10,16 24:14 26:15 28:31 Roma 1:4,7 4:24 5:1,11,21 6:23 7:25 8:39 10:9,13 13:14 14:14 15:6,30 16:18,20,24 1Korintus 1:2,3,7,8,9,10 2:8 4:4,5 5:5 6:11,14 9:1 11:23,26,27,29 12:3,5 15:31,57,58 16:23 2 Korintus 1:2,3,14 4:5,14 8:9 11:31 13:13 Galatia 1:3,19 6:14,18 Efesus 1:2,3,15,17 3:11 4:1,5 5:20 6:23,24 Filipi 2:11,19 3:20 4:23 Kolose 2:6 3:17 1Tesalonika 1:1,3 2:15,19 3:11,13 4:1,2,15,16,17 5:2,9,23,28 2Tesalonika 1:1,2,7,8,12 2:1,2,8,14,16 3:6,12,18 1Timotius 1:2,12 6:3,14 2Timotius 1:2,8,12,19 4:8 Filemon 3,5,25 Ibrani 1:10 7:14 13:20 Yakobus 1:1 2:1 5:7 1Petrus 1:3 3:15 2Petrus 1:2,8,14,16,20 3:2,10,18 Yudas 21,25 Wahyu 1:8,10 14:13 22:20,21.

Nanti saya akan membahas beberapa ayat yang mencolok di mana kata KURIOS untuk Yesus tidak mungkin diartikan sebagai ‘tuan’ tetapi harus diartikan sebagai ‘Tuhan’.

c) Ingat juga bahwa yang menyebut Yesus dengan sebutan ‘Tuhan’ adalah orang-orang Yahudi yang adalah bangsa monotheist, sehingga tidak mungkin begitu sering menyebut Yesus dengan sebutan ‘Tuhan’, seandainya Yesus bukan betul-betul Tuhan dalam arti yang setinggi-tingginya.

W. E. Vine: “The full significance of this association of Jesus with God under the one appellation, ‘Lord,’ is seen when it is remembered that these men belonged to the only monotheistic race in the world. To associate with the Creator one known to be a creature, however exalted, though possible to Pagan Philosophers, was quite impossible to a Jew.” [= Arti sepenuhnya dari persatuan Yesus dengan Allah di bawah satu sebutan ‘Tuhan’ ini, terlihat pada waktu diingat bahwa orang-orang ini termasuk dalam satu-satunya bangsa monotheist dalam dunia ini. Menyatukan / menggabungkan sang Pencipta dengan seseorang yang diketahui sebagai ciptaan, bagaimanapun ditinggikannya dia, sekalipun merupakan sesuatu yang memungkinkan bagi ahli-ahli filsafat kafir, adalah mustahil bagi seorang Yahudi.] - ‘An Expository Dictionary of New Testament Words’, hal 689.

Catatan: bangsa Yahudi memang adalah satu-satunya bangsa monotheist di dunia pada saat itu.

d) Dalam kitab Kisah Rasul, yang menekankan penginjilan, sehingga seharusnya menekankan Yesus sebagai Juru selamat, ternyata hanya ada 2 x sebutan ‘Juru selamat’ untuk Yesus, yaitu dalam Kisah Para Rasul 5:31 dan 13:23. Tetapi dalam kitab Kisah Rasul itu, Yesus disebut ‘Tuhan’ sebanyak 92 x, disebut ‘Tuhan Yesus’ sebanyak 13 x, dan disebut ‘Tuhan Yesus Kristus’ sebanyak 6 x!

2) Pembahasan ayat-ayat tertentu di mana sebutan KURIOS untuk Yesus harus diartikan ‘Tuhan’, dan bukan ‘tuan’.

a) Yohanes 9:38 - “Katanya: ‘Aku percaya, Tuhan!’ Lalu ia sujud menyembah-Nya.”.

Kalau orang itu menganggap Yesus sebagai ‘Tuan’ dan bukan ‘Tuhan’, mengapa ia sujud menyembah-Nya?

b) Kisah Para Rasul 7:59-60 - “(59) Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: ‘Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.’ (60) Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: ‘Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!’ Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.”.

Dalam satu doa, Stefanus menggunakan kata Yunani KURIE 2 x. Kata KURIE dalam Kisah Para Rasul 7:59 itu tidak mungkin diterjemahkan ‘Tuan’, karena di sana Stefanus menggunakan sebutan tersebut pada saat berdoa kepada Yesus. Sebagai obyek doa, Yesus harus adalah ‘Tuhan’ dan bukan sekedar ‘Tuan’.

c) Kisah Para Rasul 10:36 - “Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.”.

Perhatikan kata-kata ‘Tuhan dari semua orang’. Kalau Ia hanya ‘tuan’, maka tidak mungkin dikatakan ‘tuan dari semua orang’!

d) Ibrani 1:8,10 - “(8) Tetapi tentang (kepada) Anak Ia berkata: ‘Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanMu adalah tongkat kebenaran. ... (10) Dan: ‘Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu.”.

Kata ‘Tuhan’ dalam Ibrani 1:10 ini tidak mungkin diartikan sebagai ‘Tuan’, karena dalam Ibr 1:8nya Ia disebut ‘Allah’, yang mempunyai ‘takhta yang kekal’, dan dalam Ibr 1:10nya dikatakan bahwa Ia adalah pencipta langit dan bumi.

e) Filipi 2:10-11 - “(10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (11) dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”.

Kalau kata ‘Tuhan’ di sini diterjemahkan / diartikan sebagai ‘Tuan’, maka perlu dipertanyakan: mengapa semua berlutut / menyembah kepada seorang Tuan?

f) 1Korintus 8:4-6 - “(4) Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: ‘tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.’ (5) Sebab sungguhpun ada apa yang disebut ‘allah’, baik di sorga, maupun di bumi - dan memang benar ada banyak ‘allah’ dan banyak ‘tuhan’ yang demikian - (6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.”.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan:

1. Perhatikan kata-kata ‘satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus’. Ini tidak memungkinkan diartikan ‘Tuan’, karena kalau ‘Tuan’ pasti tidak cuma satu, tetapi banyak. Perhatikan kata-kata ‘banyak tuhan yang demikian’ dalam Roma 10: 5b.

2. Juga perhatikan bagian akhir dari Roma 10: 6, yang mengatakan: ‘yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.’ (ay 6c). Ini jelas menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan / Allah dalam arti yang setinggi-tingginya. Bagaimana mungkin seorang ‘Tuan’ bisa menjadikan segala sesuatu dan membuat kita hidup? Seorang ‘Tuan’ yang bisa mencipta seperti ini pasti adalah ‘Tuhan’ dalam arti kata yang setinggi-tingginya!

3. Sekalipun Bapa adalah Allah, dan Yesus juga adalah Allah, tetapi tetap hanya ada satu Allah. Demikian juga sekalipun Yesus adalah Tuhan, dan Bapa juga adalah Tuhan, tetapi kita hanya mempunyai satu Tuhan. Ini disebabkan karena sekalipun Allah itu terdiri dari 3 pribadi tetapi hanya mempunyai 1 hakekat. Kristen memang tidak mempercayai banyak Allah / Tuhan. Sebaliknya kita percaya adanya hanya satu Allah / Tuhan (Ulangan 6:4 1Korintus 8:4 1Timotius 2:5 Yakobus 2:19).

Calvin: “Three are spoken of, each of which is entirely God, yet there is not more than one God.” [= Tiga yang dibicarakan, masing-masing adalah Allah sepenuhnya, tetapi tidak ada lebih dari satu Allah.] - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book I, Chapter XIII, No 3.

Bandingkan dengan kata-kata Pengakuan Iman Athanasius: “15. Thus the Father is God, The Son is God, the Holy Ghost is God. 16. And yet there are not three Gods, but one God. 17. Thus The Father is Lord, the Son is Lord, the Holy Ghost is Lord. 18. And yet there are not three Lords, but one Lord. 19. Because as we are thus compelled by Christian verity to confess each person severally to be God and Lord; so we are prohibited by the Catholic religion from saying that there are three Gods or Lords.” [= 15. Demikian juga Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah. 16. Tetapi tidak ada tiga Allah, tetapi satu Allah. 17. Demikian pula Bapa adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan. 18. Tetapi tidak ada tiga Tuhan, tetapi satu Tuhan. 19. Karena sebagaimana kami didorong seperti itu oleh kebenaran Kristen untuk mengakui setiap pribadi secara terpisah / individuil sebagai Allah dan Tuhan; demikian pula kami dilarang oleh agama Katolik / universal / am untuk mengatakan bahwa ada tiga Allah atau Tuhan.] - A. A. Hodge, ‘Outlines of Theology’, hal 117-118.

g) Daud menyebut Yesus, yang adalah keturunannya, sebagai ‘Tuhan’.

Matius 22:41-46 - “(41) Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kataNya: (42) ‘Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?’ Kata mereka kepadaNya: ‘Anak Daud.’ (43) KataNya kepada mereka: ‘Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: (44) Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kananKu, sampai musuh-musuhMu Kutaruh di bawah kakiMu. (45) Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?’ (46) Tidak ada seorangpun yang dapat menjawabNya, dan sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepadaNya.”.

Text yang dimaksudkan oleh Yesus adalah Mazmur 110:1 - “[Mazmur Daud.] Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: ‘Duduklah di sebelah kananKu, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.’”.

Catatan: dalam Mazmur 110:1, RSV menterjemahkan ‘lord’ [= tuhan / tuan], tetapi KJV/NIV/NASB menterjemahkan ‘Lord’ [= Tuhan]. Sedangkan dalam Matius 22:43,44,45, yang jelas merupakan suatu kutipan dari Mazmur 110:1 itu, KJV/RSV/NIV/NASB semua menterjemahkan ‘Lord’ [= Tuhan].

Jelas bahwa terjemahan yang benar adalah ‘Lord’ [= Tuhan], karena dalam Matius 22:41-46 itu jelas bahwa Yesus sedang berusaha untuk membuktikan keilahianNya kepada orang-orang Yahudi.

H. P. Liddon: “David’s Son is David’s Lord. ... David describes his great descendant Messiah as his ‘Lord’ (Psa. 110:1). ... He is David’s descendant; the Pharisees knew that truth. But He is also David’s Lord. How could He both if He was merely human? The belief of Christendom can alone answer the question which our Lord addressed to the Pharisees. The Son of David is David’s Lord because He is God; the Lord of David is David’s Son because He is God incarnate.” [= ‘Anak dari Daud’ adalah ‘Tuhan dari Daud’. ... Daud menggambarkan keturunannya yang agung, Mesias, sebagai ‘Tuhan’nya (Maz 110:1). ... Ia adalah keturunan dari Daud; orang-orang Farisi mengetahui kebenaran itu. Tetapi Ia juga adalah ‘Tuhan dari Daud’. Bagaimana Ia bisa adalah keduanya jika Ia hanya manusia semata-mata? Hanya kepercayaan dari orang-orang kristen yang bisa menjawab pertanyaan yang ditujukan oleh Tuhan kita kepada orang-orang Farisi. ‘Anak dari Daud’ adalah ‘Tuhan dari Daud’ karena Ia adalah Allah; ‘Tuhan dari Daud’ adalah ‘Anak dari Daud’ karena Ia adalah Allah yang berinkarnasi / menjadi manusia.] - ‘The Divinity of the Lord and Saviour Jesus Christ’, hal 43.

h) Sebutan ‘Tuhan’ bagi Yesus dikontraskan dengan ‘hamba’ / ‘budak’.

Paulus bukan hanya menyebut Yesus dengan sebutan ‘Tuhan’, tetapi juga mengkontraskan sebutan tersebut dengan sebutan yang ia gunakan bagi dirinya sendiri, yaitu ‘hamba’.

Hal ini terlihat dalam banyak tempat, misalnya dalam Roma 1:1,4 - “(1) Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. ... (4) dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitanNya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.”.

B. B. Warfield: “‘Slave’ is the correlate of ‘Lord,’ and the relation must be taken at its height. When Paul calls himself the slave of Christ Jesus, he is calling Christ Jesus his Lord in the most complete sense which can be ascribed to that word (cf. Rom. 1:1, Col. 3:4).” [= ‘Hamba’ adalah kata yang berhubungan dengan kata ‘Tuhan’, dan hubungan kedua kata itu harus diambil pada puncaknya. Pada waktu Paulus menyebut dirinya sendiri hamba Kristus Yesus, ia menyebut Kristus Yesus Tuhannya dalam arti yang paling lengkap yang bisa diberikan kepada kata itu (bdk. Roma 1:1, Kolose 3:4).] - ‘The Person and Work of Christ’, hal 74-75.

Kolose 3:4 - “Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.”.

Catatan:

1. Ingat bahwa lawan kata dari ‘Tuhan’ adalah ‘hamba’, sedangkan lawan kata dari ‘Tuan’ adalah ‘pelayan’ / ‘pegawai’. Kalau kata ‘Tuhan’ untuk Yesus diganti dengan ‘Tuan’, maka Paulus seharusnya menyebut dirinya sebagai ‘pelayan’ / ‘pegawai’ dari Kristus Yesus, bukan sebagai ‘hamba’ dari Kristus Yesus.

2. Bukan hanya Paulus yang menyebut dirinya sendiri ‘hamba’ sebagai kontras dari sebutan ‘Tuhan’ terhadap Yesus, tetapi juga:

a. Yakobus.

Bdk. Yakobus 1:1 - “Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.”.

b. Petrus.

Bdk. 2Petrus 1:1-2 - “(1) Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. (2) Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.”.

c. Yudas.

Bdk. Yudas 1,4 - “(1) Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus. ... (4) Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.”.

II) Yesus bangkit dari antara orang mati.

1) Kita harus mempercayai baik kematian Yesus maupun kebangkitan Yesus.

Tidak mungkin kita mempercayai Yesus bangkit kalau kita tidak mempercayai bahwa Yesus mati. Dan tidak ada gunanya sekedar percaya Yesus mati, kalau kita tidak mempercayai bahwa Yesus mati untuk menebus dosa kita.

Tetapi sebaliknya, juga tidak ada gunanya mempercayai kematian Yesus untuk dosa-dosa kita, kalau kita tidak mempercayai kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Text khotbah kita hari ini mengatakan bahwa iman dalam persoalan kebangkitan Kristus ini merupakan syarat keselamatan.

Roma 10:9 - “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.”.

2) Bukti kebangkitan Yesus dari antara orang mati.

a) Kubur yang kosong.

Yohanes 20:1-9 - “(1) Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. (2) Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: ‘Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.’ (3) Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. (4) Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. (5) Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. (6) Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, (7) sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. (8) Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. (9) Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.”.

Perhatikan bahwa fakta tentang kubur yang kosong itu menyebabkan Yohanes (murid yang dikasihi Yesus) percaya bahwa Yesus telah bangkit!

b) Yesus berulang kali menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya.

Untuk ini ada banyak saksi!

Kisah Para Rasul 2:32 - “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.”.

Kisah Para Rasul 3:15 - “Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.”.

Kis 5:30-32 - “(30) Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. (31) Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kananNya menjadi Pemimpin dan Juru selamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. (32) Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia.’”.

Kisah para rasul 10:40-41 - “(40) Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, (41) bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.”.

1Korintus 15:3-7 - “(3) Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, (4) bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; (5) bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas muridNya. (6) Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. (7) Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.”.

3) Yesus bangkit pada hari yang ketiga.

Ini tidak berarti bahwa Kristus berada di dalam kuburan selama 3 x 24 jam. Cara penghitungannya adalah sebagai berikut:

a) Ia mati pada hari Jum’at, kira-kira pk 3 siang (Matius 27:46-50). Ini adalah hari pertama.

b) Ia ada dalam kuburan pada hari Sabtu. Ini adalah hari kedua.

c) Ia bangkit pada hari Minggu pagi dini hari (Matius 28:1-6). Ini adalah hari ketiga.

Catatan:

1. Ingat bahwa orang-orang Yahudi mempunyai pergantian hari pada pk 6 sore, bukan seperti kita yang pergantian harinya terjadi pada pk 12 malam.

2. Orang-orang Yahudi menghitung sebagian dari satu hari sebagai satu hari penuh.

3. Kalau dihitung-hitung Yesus hanya mati selama kira-kira 37-38 jam.

4) Yesus disebut sebagai yang pertama (yang sulung) yang bangkit dari antara orang mati.

Ada banyak peristiwa kebangkitan yang terjadi sebelum kebangkitan Yesus (1Raja 17:17-24 2Raja 4:18-37 2Raja 13:21 Markus 5:21-43 Lukas 7:11-17 Yohanes 11:1-44 Matius 27:52-53), tetapi Kisah para rasul 26:23, 1Korintus 15:20-23, Kolose 1:18 dan Wahyu 1:5 tetap menyebutkan kebangkitan Yesus sebagai yang sulung (yang pertama).

Kis 26:23 - “yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain.’”.

1Korintus 15:20-23 - “(20) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. (22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. (23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya.”.

Kolose 1:18 - “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.”.

Wahyu 1:5 - “dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya -”.

Mengapa kebangkitan Yesus bisa disebut sebagai yang pertama / sulung? Karena kebangkitan Yesus berbeda dengan kebangkitan orang-orang tersebut di atas (yang bangkit sebelum Dia). Bedanya:

a) Yesus setelah bangkit, hidup selama-lamanya. Orang-orang itu setelah bangkit, lalu mati lagi.

b) Yesus bangkit dengan tubuh lamanya yang langsung diubahkan menjadi tubuh kebangkitan. Orang-orang itu bangkit dengan tubuh biasa saja.

5) Kebangkitan Yesus dari antara orang mati sangat berhubungan dengan ke-Tuhan-an Yesus.

a) Kis 2:23,24,32,36 - “(23) Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. (24) Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. ... (32) Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. ... (36) Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.’”.

Kata ‘membuat’ (ay 36) tidak berarti bahwa tadinya Yesus bukan Tuhan dan Kristus, dan lalu oleh Bapa dibuat menjadi Tuhan dan Kristus. Ingat bahwa Allah pun tidak mungkin bisa membuat yang bukan Allah menjadi Allah, atau yang bukan Tuhan menjadi Tuhan! Jadi, lalu apa artinya?

J. A. Alexander (hal 82) mengatakan bahwa ada 2 kemungkinan arti, yaitu:

1. Ini menunjuk pada ketetapan ilahi (Rencana Kekal dari Allah). Jadi, dalam ketetapan ilahi itu Yesus memang ditetapkan sebagai Tuhan dan Kristus.

2. Ini hanya menunjuk pada suatu pernyataan kepada dunia, bahwa Yesus adalah Tuhan dan Kristus.


Lenski mengatakan (hal 102) bahwa kata-kata ini dihubungkan dengan human nature [= hakekat manusia] dari Yesus, tetapi tentu hakekat manusia ini tidak disoroti sendirian, tetapi bersama-sama dengan divine nature [= hakekat ilahi].

Saya sendiri menganggap kata-kata ini hanya sebagai suatu tindakan dari Allah untuk memproklamirkan kepada dunia bahwa Yesus adalah Tuhan dan Kristus! Perlu diperhatikan kontext dari Kisah Para Rasul 2:36 ini. Ayat ini didahului oleh khotbah Petrus tentang pembunuhan terhadap Yesus oleh orang-orang Yahudi (Kisah Para Rasul 2:23), lalu disusul dengan pemberitaan tentang kebangkitan Kristus, kenaikanNya ke surga dan duduknya Ia di sebelah kanan Allah (Kis 2:24-35). Jadi, sekalipun orang-orang Yahudi tidak mempercayai claim Yesus bahwa Ia adalah Tuhan dan Kristus, tetapi Allah menyatakan kedua hal itu kepada dunia dengan membangkitkan Yesus dari antara orang mati, mengangkatNya ke surga dan sebagainya.

b) Roma 1:1-4 - “(1) Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. (2) Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabiNya dalam kitab-kitab suci, (3) tentang AnakNya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, (4) dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitanNya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.”.

Jadi, kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Allah dan Tuhan! Ingat bahwa istilah ‘Anak Allah’ harus ditafsirkan menurut pengertian jaman itu, dan itu berarti ‘kesetaraan dengan Allah’.

Yohanes 5:18 - “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri dan dengan demikian menyamakan diriNya dengan Allah.”.

III) Syarat keselamatan / pembenaran.

1) Kita harus mempercayai kedua hal tersebut di atas dengan hati kita (ke-Tuhan-an Yesus dan kebangkitan Yesus), dan mengakuinya dengan mulut kita! Ini merupakan syarat keselamatan!

Roma 10:9-10 - “(9) Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (10) Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”.

Pengakuan dengan mulut (kepada orang-orang lain) merupakan sesuatu yang penting. Bdk. Matius 10:32-33 - “(32) Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga. (33) Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga.’”.

Tetapi pengakuan dengan mulut ini harus disertai kepercayaan dari hati.

Wycliffe Bible Commentary: “Confession with the mouth and belief in the heart refer to the believer’s outward and inward responses. His inward conviction must find outward expression. When he confesses that Jesus is Lord, he is asserting Christ’s deity and His exaltation, and the fact that he, the believer, belongs to Him. A man’s belief in the Resurrection shows that he knows God acted and triumphed in the cross. The man who confesses that Christ is Lord and has such a belief or conviction will attain salvation.” [= Pengakuan dengan mulut dan kepercayaan dalam hati menunjuk pada tanggapan luar / lahiriah dan dalam / batin dari orang percaya. Keyakinan batinnya harus mempunyai pernyataan di luar / lahiriah. Pada waktu ia mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, ia menegaskan keallahan Kristus dan pemuliaan / peninggian-Nya, dan fakta bahwa ia, orang percaya, adalah milikNya. Kepercayaan dari seseorang tentang kebangkitan menunjukkan bahwa ia tahu bahwa Allah bertindak dan menang pada salib. Orang yang mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan mempunyai kepercayaan atau keyakinan seperti itu akan mendapatkan keselamatan.].

2) Kata-kata ‘percaya bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati’ harus dihubungkan dengan kematian Kristus, dan semua ini harus dihubungkan dengan keselamatan kita dari dosa-dosa kita.

Adam Clarke: “Believe in thy heart that he who died for thy offences has been raised for thy justification; and depend solely on him for that justification, and thou shalt be saved.” [= Percayalah dalam hatimu bahwa Ia yang mati untuk pelanggaran-pelanggaranmu telah dibangkitkan untuk pembenaranmu; dan bersandar sepenuhnya kepadaNya untuk pembenaran itu, dan engkau akan diselamatkan.].

3) Kalau saudara pada saat ini tidak mau mengakui Yesus seperti itu, saudara akan dipaksa untuk mengakuinya pada akhir jaman, tetapi saudara tidak akan diselamatkan.

Bdk. Filipi 2:9-11 - “(9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (11) dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”.

Maukah saudara percaya dengan hati, dan mengakuinya dengan mulut saudara bahwa Yesus adalah Tuhan, dan bahwa Allah telah membangkitkan-Nya dari antara orang mati? Kiranya Tuhan memberkati saudara! . gadget, otomotif, asuransi

-AMIN
Next Post Previous Post